Bacaan Talqin Mayit Arab -
Maka jawablah kepada mereka berdua dengan lisan yang fasih dan hati yang teguh: 'Allah adalah Tuhanku, Islam adalah agamaku, Muhammad SAW adalah nabiku, Al-Qur'an adalah pedomanku, Ka'bah adalah kiblatku, dan orang-orang mukmin adalah saudaraku'." 4. Doa Penutup Talqin
Setelah bacaan pembuka, orang yang mentalqin ( mulaqqin ) menghadap ke arah kepala jenazah di dalam kubur dan menyerukannya dengan lembut.
Fa idzā sa'alāka: Man rabbuka? Wa man nabiyyuka? Wa mā dīnuka? Fa qul lahumā: Allāhu rabbī, wa muhammadun nabiyyī, wal islāmu dīnī . "Jika mereka bertanya: Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Apa agamamu? Maka katakanlah: Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, dan Islam agamaku". Tata Cara Pelaksanaan
Sebagian ulama mazhab Maliki memakruhkannya karena dianggap bukan merupakan amalan yang masyhur pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Bacaan Talqin Mayit (Arab, Latin, dan Artinya) Berikut adalah susunan teks talqin yang umum digunakan: 1. Pembukaan (Kalimat Tauhid) bacaan talqin mayit arab
The practice of Talqin Mayit refers to providing oral guidance or reminders to the deceased, either during their final moments or immediately following their burial. In the context of Islamic tradition, particularly in Indonesia and among Shafi'i adherents, it is widely practiced to help the deceased answer the questions of the angels Munkar and Nakir in the grave. Core Arabic Talqin Text
إِذَا أَتَاكَ الْمَلَكَانِ الْمُوَكَّلَانِ بِكَ، فَلَا يُفْزِعَاكَ وَلَا يُرْهِبَاكَ، وَقُلْ لَهُمَا: اللهُ رَبِّي، وَمُحَمَّدٌ نَبِيِّي، وَالْإِسْلَامُ دِيْنِي. اللهُ يُثَبِّتُكَ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ.
أَنَّكَ رَضِيْتَ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً، وَبِالْمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَانًا. Maka jawablah kepada mereka berdua dengan lisan yang
: Talqin dibacakan sesaat setelah liang kubur selesai ditimbun tanah secara rapi dan setelah didoakan.
Begin by greeting the deceased with the Islamic greeting.
قُلْ رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا، وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، وَبِالْمُؤْمِنِينَ إِخْوَانًا. Wa man nabiyyuka
Artinya: "Maka apabila datang kepadamu dua malaikat yang ditugaskan untuk mengujimu dan orang-orang sepertimu, janganlah mereka berdua membuatmu takut dan gentar. Ketahuilah bahwa mereka berdua adalah makhluk di antara makhluk-makhluk Allah Ta'ala, sebagaimana engkau juga makhluk-Nya. Jika mereka bertanya kepadamu: 'Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu? Apa kitabmu? Dan apa kiblatmu?', maka katakanlah kepada mereka dengan lisan yang fasih dan hati yang teguh: 'Allah adalah Tuhanku, Islam adalah agamaku, Muhammad adalah nabiku, Al-Qur'an adalah kitabku, dan Ka'bah adalah kiblatku'." 4. Penutup Doa
The is a significant spiritual practice in the Muslim tradition, particularly within the Ahlussunnah wal Jama'ah community. It involves guiding or reminding a person about to pass away, or a deceased person who has just been buried, of the core tenets of faith—the Shahada . Core Arabic Text and Meaning
Bacaan Talqin Mayit Arab: Teks Lengkap, Arti, dan Tata Cara Mengamalkannya